Translate

Minggu, 02 September 2012



Talenta adalah potensi diri, bakat dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang agar seseorang dapat meraih keberhasilan di dalam hidup. Semua orang baik orang percaya maupun tidak memiliki talenta yang diberikan oleh Tuhan, minimal satu talenta untuk setiap individu.
Menurut kamus Alkitab, talenta adalah suatu ukuran uang yang jumlahnya sangat besar.
Sebagai gambaran upah pekerja satu hari di Israel pada jaman itu adalah 1 dinar sehari, sedangkan 1 talenta = 6000 dinar. Jadi apabila kerja setahun (+/- 300 hari) maka 1 talenta adalah gaji atau upah selama 20 tahun.
Artinya talenta sangatlah penting dan berharga. Sebuah benih yang Tuhan tanamkan di dalam diri sesuai dengan rancangan yang Tuhan miliki di dalam hidup kita dan harus kita kembangkan. Berdasarkan firman tadi, Tuhan menentang orang yang tidak menggunakan talentanya dengan optimal. Oleh karena itu kita harus menyadari talenta yang Tuhan berikan di dalam kehidupan kita, dan lewat Firman itu kita dapat mendapati bahwa :
1. Pemberian Talenta adalah soal “kepercayaan”
- Tuhan mempercayakan kita semua dengan (minimal satu) talenta. Artinya tanpa melihat kita apa latar belakang kita, Ia memberikan kepada kita sebuah tanggung jawab, dan juga sebuah pengharapan bahwa kita akan berhasil. Ia melihat kita melebihi segala keterbatasan kita.
2. Tuhan memberikan talenta sesuai “kesanggupan” setiap orang
- Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas orang tersebut. Artinya kita tidak perlu berkecil hati dan membandingkan talenta yang kita miliki dengan orang lain karena untuk setiap orang Tuhan sediakan berbeda-beda.
- Namun jikalau kita telah teruji dengan baik dapat mengoptimalkan talenta yang ada maka Tuhan akan menambahkan dengan talenta yang lain (Matius 25:28)
3. Tiap orang punya “pilihan” atas talenta tersebut
- Sikap kita atas setiap talenta yang telah Tuhan berikan sepenuhnya adalah pilihan kita. Kita dapat mendiamkannya saja atau kita dapat mengembangkannya. Kalau kita mendiamkannya saja maka kita tidak akan pernah mencapai keberhasilan hidup karena kita gagal menjadi seseorang yang sesuai dengan rancanganNya. Sebaliknya jika kita berhasil mengembangkannya maka kita berhasil menjadi apa yang Tuhan rancangkan dan bahkan dapat dipercayakan talenta lain oleh Tuhan.
4. Perlu “proses” dalam mengembangkan talenta.
- Untuk mengembangkan talenta diperlukan sebuah proses, sama seperti sebuah benih yang memerlukan waktu untuk tumbuh. Proses inilah yang akan menentukan tipe seperti apakah orang yang dipercayakan talenta itu.
- Ada tiga tipe jenis manusia :
o Tipe Penyerah (Quitter) : Orang yang dengan mudah menyerah jikalau menghadapi masalah atau problema.
o Tipe Berkemah (Camper) : Orang yang jikalau berhasil dan sudah sukses lebih menyukai keadaan mapan dan malas untuk kembali berjuang.
o Tipe Pendaki (Climber) : Orang yang terus akan berjuang walau sudah berhasil. Ia akan terus memandang / focus kepada tujuan dan tidak terpaku kepada permasalahan.
Tipe yang manakah kita ?
PENUTUP
Marilah kita temukan potensi yang Tuhan beri. Apabila kita mengalami kesulitan untuk mengenali talenta yang Tuhan berikan, berdoalah meminta Tuhan untuk menunjukan, atau kita bisa meminta bantuan orang lain untuk menunjukannya, atau juga kita bisa mencoba mengetahuinya sambil menggali potensi mana yang bisa kita keluarkan. Dengan optimal dalam apa yang telah Tuhan berikan maka kita dapat dipakai Tuhan dengan dasyhat di dalam kehidupan kita.
Amin
Talenta adalah potensi diri, bakat dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang agar seseorang dapat meraih keberhasilan di dalam hidup. Semua orang baik orang percaya maupun tidak memiliki talenta yang diberikan oleh Tuhan, minimal satu talenta untuk setiap individu.
Menurut kamus Alkitab, talenta adalah suatu ukuran uang yang jumlahnya sangat besar. Sebagai gambaran upah pekerja satu hari di Israel pada jaman itu adalah 1 dinar sehari, sedangkan 1 talenta = 6000 dinar. Jadi apabila kerja setahun (+/- 300 hari) maka 1 talenta adalah gaji atau upah selama 20 tahun.

Sabtu, 01 September 2012

Penakluk Raksasa




"Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan." ( I Sam 17:50 )


Di dalam Alkitab ada sebuah cerita yang sangat menarik dan membawa pelajaran berharga untuk kita. Ini adalah kisah tentang seorang anak gembala melawan seorang prajurit raksasa. Kebanyakan dari kita tentu dapat menghubungkan kisah "raksasa" ini lewat pergumulan kita sehari-hari. Mungkin bukan raksasa dalam bentuk fisik, tetapi pergumulan kita laksana raksasa-raksasa dalam kehidupan kita. Raksasa seperti depresi, kekecewaan , penyesalan, kebimbangan, pencobaan, ketakutan, keputusasaan, kesepian, kekuatiran, kecemburuan, penundaan waktu, kegagalan, kemarahan, dan rasa bersalah adalah contoh-contoh raksasa yang menghantui hidup kita.

Kita dapat belajar kisah penaklukan raksasa ini dari Daud saat dia mengalahkan raksasa di jamannya. Goliath berukuran sembilan kaki, dengan baju besi yang kokoh. Dia mengejek orang Israel dan Allah. Tak ada yang berani bersuara. Tidak ada. Kecuali seorang yang tak terduga, seorang anak gembala kecil.

Raja Saul tergoda untuk melengkapi Daud dengan segala perlengkapan baju perang dan senjatanya. Daud menolaknya, karena tahu dia tidak bergantung pada itu. Daud siap berperang karena kuasa Roh. Dengan hanya sebuah ketapel, Daud menembakkan sebutir batu kepada Goliat. Batu itu melesak ke dalam kepala sang raksasa. Daud menaklukkan raksasa itu bukan dengan kekuatan sendiri, namun oleh kekuatan Allah.

Hari ini, raksasa apakah yang sedang kita hadapi? Apakah kita berperang sendiri atau dengan Allah?


Allah yang sama yang akan membawa kemenangan seorang anak gembala akan menolong kita menaklukkan raksasa-raksasa.

Rabu, 29 Agustus 2012

Jangan Takut, Aku Bersamamu

 
Aku berjalan bersama Tuhan, tetapi ketika aku melihat jalan di depanku aku menjadi ragu dan gentar. Namun, Tuhan berkata dengan lembut :

"Jangan takut,
Di tengah badai,
Di antara kegelapan,
Dalam lembah kekelaman sekalipun,
Aku bersamamu"

Aku mulai melangkah lebih jauh bersama Tuhan dan melihat sungai yang besar terbentang di hadapanku. Aku menjadi putus asa dan berhenti berjalan. Namun, Tuhan berkata sambil mengulurkan tanganNya :

"Jangan takut,
Tak ada yang mustahil bagiKu,
Semua dapat Ku lakukan untukmu,
Sungai kemustahilan adalah sungai pengharapan
Dan sukacita di dalamKu,
Percayalah, Aku bersamamu"

Aku berlari sepanjang jalan kehidupan lalu bertemu dengan seseorang yang tampak duduk terengah-engah. Lalu Tuhan memintaku menghampirinya. Ternyata orang tersebut sudah tidak sanggup berlari lagi, tiba-tiba Tuhan memintaku lagi untuk menopangnya dan berlari bersamanya. Aku menolak dan berkata aku merasa tidak sanggup, aku tidak memiliki apapun untuk dapat menolong orang ini. Namun, Tuhan memegang pundakku dan berkata :

"Jangan takut,
Aku selalu menyediakan apa yang kau perlukan,
Lakukan saja bagianmu,
Kau memiliki Aku dan itu lebih dari cukup,
Ingatlah Aku selalu bersamamu"

Dalam setiap langkah kehidupanku, terdengar suara Tuhan berkata dengan penuh kasih :
"Jangan takut untuk memulai sesuatu dari kegagalan masa lalu,
Jangan takut untuk memberikan "air" bagi orang lain walaupun kau tengah berada di padang gurun kehidupan,
Jangan takut untuk mulai bertindak bagi kebenaran,
Jangan takut akan pendapat buruk orang lain tentangmu,
Jangan takut,
Kuatkan dan teguhkan hatimu,
Aku akan selalu bersamamu"
 (Yes 41 : 9-10)~HT~
 


Kamis, 23 Agustus 2012

Kisah Tukang Kayu


Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.
Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

^^Anne Ahira^^

Kamis, 16 Agustus 2012

Ambisi dan mimpimu adalah samudra.


Kita tidak akan pernah tahu apa yang
akan terjadi di masa depan jika kita
tidak memulainya sekarang dan hanya
menunggu.
Curahkanlah seluruh tenaga dan
pikiran untuk melakukan pekerjaan dan
kesempatan yang bisa dilakukan saat
ini.
Lakukanlah tugas sebaik-baiknya
selama kita memiliki waktu. Jangan
membiarkan waktu berlalu, dan
sia-sia.
Ambisi dan mimpimu adalah samudra.
Meski kadang terjadi pasang surut,
tapi takkan pernah surut airnya.
Oleh sebab itu, bersemangatlah
selalu, meski perkerjaannya sekecil
apapun. Jangan pernah menunda-nunda
apa yang bisa dilakukan hari ini.
Ingatlah, engkau insan manusia yang
luar biasa! Hindari selalu menunggu
motivasi untuk bergerak, tetapi
bergeraklah sekarang juga, dan dirimu
akan termotivasi dengan sendirinya!

Setiap kita manusia dilahirkan luar
biasa.
 Kita semua sebenarnya diberi
kemampuan dan potensi yang besar dan
hebat.
Oleh sebab itu, kembangkanlah
setiap potensi yang ada semaksimal
mungkin, dan gunakan dengan tepat,
agar bermanfaat bagi banyak orang.