Translate

Rabu, 29 Agustus 2012

Jangan Takut, Aku Bersamamu

 
Aku berjalan bersama Tuhan, tetapi ketika aku melihat jalan di depanku aku menjadi ragu dan gentar. Namun, Tuhan berkata dengan lembut :

"Jangan takut,
Di tengah badai,
Di antara kegelapan,
Dalam lembah kekelaman sekalipun,
Aku bersamamu"

Aku mulai melangkah lebih jauh bersama Tuhan dan melihat sungai yang besar terbentang di hadapanku. Aku menjadi putus asa dan berhenti berjalan. Namun, Tuhan berkata sambil mengulurkan tanganNya :

"Jangan takut,
Tak ada yang mustahil bagiKu,
Semua dapat Ku lakukan untukmu,
Sungai kemustahilan adalah sungai pengharapan
Dan sukacita di dalamKu,
Percayalah, Aku bersamamu"

Aku berlari sepanjang jalan kehidupan lalu bertemu dengan seseorang yang tampak duduk terengah-engah. Lalu Tuhan memintaku menghampirinya. Ternyata orang tersebut sudah tidak sanggup berlari lagi, tiba-tiba Tuhan memintaku lagi untuk menopangnya dan berlari bersamanya. Aku menolak dan berkata aku merasa tidak sanggup, aku tidak memiliki apapun untuk dapat menolong orang ini. Namun, Tuhan memegang pundakku dan berkata :

"Jangan takut,
Aku selalu menyediakan apa yang kau perlukan,
Lakukan saja bagianmu,
Kau memiliki Aku dan itu lebih dari cukup,
Ingatlah Aku selalu bersamamu"

Dalam setiap langkah kehidupanku, terdengar suara Tuhan berkata dengan penuh kasih :
"Jangan takut untuk memulai sesuatu dari kegagalan masa lalu,
Jangan takut untuk memberikan "air" bagi orang lain walaupun kau tengah berada di padang gurun kehidupan,
Jangan takut untuk mulai bertindak bagi kebenaran,
Jangan takut akan pendapat buruk orang lain tentangmu,
Jangan takut,
Kuatkan dan teguhkan hatimu,
Aku akan selalu bersamamu"
 (Yes 41 : 9-10)~HT~
 


Kamis, 23 Agustus 2012

Kisah Tukang Kayu


Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.
Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

^^Anne Ahira^^

Kamis, 16 Agustus 2012

Ambisi dan mimpimu adalah samudra.


Kita tidak akan pernah tahu apa yang
akan terjadi di masa depan jika kita
tidak memulainya sekarang dan hanya
menunggu.
Curahkanlah seluruh tenaga dan
pikiran untuk melakukan pekerjaan dan
kesempatan yang bisa dilakukan saat
ini.
Lakukanlah tugas sebaik-baiknya
selama kita memiliki waktu. Jangan
membiarkan waktu berlalu, dan
sia-sia.
Ambisi dan mimpimu adalah samudra.
Meski kadang terjadi pasang surut,
tapi takkan pernah surut airnya.
Oleh sebab itu, bersemangatlah
selalu, meski perkerjaannya sekecil
apapun. Jangan pernah menunda-nunda
apa yang bisa dilakukan hari ini.
Ingatlah, engkau insan manusia yang
luar biasa! Hindari selalu menunggu
motivasi untuk bergerak, tetapi
bergeraklah sekarang juga, dan dirimu
akan termotivasi dengan sendirinya!

Setiap kita manusia dilahirkan luar
biasa.
 Kita semua sebenarnya diberi
kemampuan dan potensi yang besar dan
hebat.
Oleh sebab itu, kembangkanlah
setiap potensi yang ada semaksimal
mungkin, dan gunakan dengan tepat,
agar bermanfaat bagi banyak orang.